VISI HIDUP MANUSIA

Kemarin hari minggu yang cukup cerah, ketemu sama seorang birokrat suka menulis di media , orangnya juga senang berdiskusi masalah agama, penampilan fisiknya tidak kentara dengan simbol-simbol agamis, (tidak menggenakan baju koko atau kopiah), tapi ketika terjadi dialog mengenai pelik dan liku-liku kehidupan dunia, dari mulutnya mengeluarkan untaian mutiara hikmah lengkap dengan meyebutkan nama surat dan nomor surat dalam Al-Quran, untuk menguatkan statement yang diutarakan. Dari obrolan di warung gudeg sambil makan pagi, membenarkan apa yang menjadi statementmya, bahwa untuk menjalani hidup ini, mesti berpegang pada ajaran agama yang diyakininya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan seseorang dianugerahi kedudukan/jabatan/pangkat yang diraihnya bukan karena prestasi lahiriah yang dicapainya (punya gelar sarjana S2 atau prestasi lahiriah lainnnya), ia katakan prestasi tsb tidak menjamin menjadi manusia yang punya suatu “kedudukan puncak”. Ada factor diluar itu semua dan ini yang paling menentukan. Dia mengatakan ridho dan do’a kedua orang tua. Dengan suara yang mantap dan penuh keyakinan ia meyakinkan statementnya, dengan dibuktikan hasil empris pengamatannya dengan melakukan survey kepada orang-orang yang memangku jabatan puncak, dengan cara wawancara dan mengorek apa sebenarnya rahasia dibalik keberhasilannya. Ternyata berkesimpulan bahwa semua itu karena do’a dan ridho orang tuanya. Dan tidak sampai disitu saja ia meyakinkan statement, ia juga melakukan wawancara dengan para kyai atau ulama yang dipandang alim dan berilmu, juga membenarkan statementnya.

Sarapan pagi di warung gudegpun telah selesai, pagi merangkak siang. Tempat dudukpun sudah panas, sudah kelamaan duduk. Akhirnya aku pamitan. Aku tinggalkan warung gudeg pinggir jalan besar dikawasan kantor bank kota Tegal, aku luncurkan sepeda motorku ke Blok M (alias Mejasem) Tegal. Sisa udara pagi masih terasa,udara digin menerpa wajahku.. Dalam benakku. Dunia sudah tua, pengguni dunia yang hanya satu-satunya ciptaan Allah yang diberi AMANAH untuk mengelolalanya adalah MANUSIA. Ditangan manusialah visi itu berada, yang bertujuan memakmuran dunia dan isinya. Manusia tidak hanya cuma diberi AMANAT saja, tapi juga diberi Petunjuknya untuk melaksanakannya. Dan setiap jaman/era Allah menurunkan seorang utusan/Rasul yang mengajari tatacara melaksanakan amanat dari Allah yang tertuang dalam Al Quran yang merupakan wahyu Allah, serta kita mestinya mensuritauladani nabi kita Muhammad, nabi akhir jaman, dalam melaksanakan kehidupan di dunia.

Hidup adalah hakekatnya mengemban amanat Allah. Apapun kedudukan /pangkat/derajat manusia yang telah ditetapkan Allah, semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak di yaumil akhir. Di pundak kiri dan kanan manusia ada malaikat yang mencatat amal-amal manusia seperti yang tercantum dalam suarat Yasin ayat 12.

Tegal 7 Pebruari 2010
HM Nur Prasojo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: