ISYA DI MASJID AGUNG PEKALONGAN

Memasuki kota Pekalongan untuk menemui ulama kharismatik Pekalongan tepat menjelang waktu isya. Akhirnya kami bertiga sepakat sebelum menenui ulama tsb, makan dan minum agar pertemuan dengan ulama kondisi badan sudah fit. Biasanya kalu ngobrol sama ulama hingga dini hari. Akhirnya sepakat, makam malam dengan nasi megono khas pekalongan dan sayur asem-asem. Tepat didepan masjid Agung Pekalongan, banyak kuliner yang menyajikan makanan khas tsb. Akhirnya kami makan nasi megono dan garamg asem. Nasi megono adalah nasi putih dengan sayur nangka yng ditumis, sedang garang asem adalah sayur dengan rasa asem-asem segar dengan dicampur tetelan daging sapi dan banyak cabe rawitnya yang masih gelondongan. Rasanya lezat dan membuat mata jadi padang, alias tidak ngantuk setelah makan nasi megono dengan sayur garang asem. Baru saja selesai menikmati kuliner khas pekalongan, Azan berkumandang dari  Masjid Agung Pekalongan. Kami bertiga bergegas, menuju masjid untuk shalat isya. Ternyata masjid Agung Pekalongan sangat indh dan artistik ketika dimalam hari. Usai sholat isya kami segera bergegas menemui seorang ulama yang sudah ada janji sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: